Blog sederhana yang ditujukan untuk sarana silaturahim, berbagi dan bersinergi

Minggu, 28 Agustus 2011

Renungkanlah



Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar dan dadanya yang bidang, tetapi dari keberaniannya mengakui kesalahan dan adilnya sikap kala menjadi seorang pemimpin. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Pantang baginya berputus asa dari keluasan sifat Rabbnya yang Ar-Rahman.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari proporsionalnya postur tubuh dan lincahnya gerakan, tetapi dari kasih sayang dan kelembutan hatinya terhadap sesama muslim dan tegas serta arif bijaknya terhadap kaum kafir. Baginya kritik adalah salah satu rumus untuk tercapainya kesuksesan . Sifat tawadhu adalah baju keabadian yang dipakainya sepanjang perguliran zaman.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari lantangnya suara kala bertilawah qur'an, banyak hadis yang dia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan keduannya. Dia selalu berusaha mengajarkan kepada yang belum memahaminya. Al-qur'an dan As- sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong – lorong gelap kehidupan.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari tajamnya pedang atau banyaknya peluru dari senapan yang dia bawa, tetapi dari sikaopnya yang tegar dalam mempertahankan kebenaran yang dia bela. Syahid baginya adalah tujuan. Jihad fi sabilillah adalah cita – citanya yang tertinggi. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang dia pegang. Pantang baginya mengikuti persangkaan – persangkaan batil, mengatakan apa – apa yang tidak ada ilmu dalam dirinya.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang menyanjung dan menggodanya, tetapi dari komitmennya dalam mendidik dan mencintai akhwat pasangan hidupnya. Keharmonisan keluarga yang dia bina adalah semata – mata dijadikan sarana untuk mendaki tangga – tangga cinta-Nya. Pantang baginya bersikap kasar terhadap istri dan anak tanpa adanya pelanggaran syar'i. Panggilan jihad baginya adalah rayuan cinta yang harus segera dipenuhi. Dadanya dipenuhi gelora syahid.Ikhwan sejati bukan dilihat dari banyaknya kitab yang ia kuasai dan cakapnya ia dalam berorasi, tetapi dari sikapnya yang istiqomah dalam menanggung beban amanah dan sikap tawadhu dalam menjalani liku kehidupan ini. Pantang baginya membanggakan apa – apa yang ada pada leluhurnya, sementara dirinya tak punya apa – apa yang bisa dijadikan sebagai amal unggulan. Dia yang selalu melihat orang – orang yang dibawahnya dalam hal keduniaan, dan selalu memandang ke atas dalam urusan – urusan akhirat.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya muatan dan beratnya barbel yang dapat dia angkat, tetapi dari kesabarannya kala marah dan sikap qona'ah dalam menerima setiap anugerah Rabbnya. Obsesi yang terbesar dalam hidupnya adalah keridhaan Allah Ta'ala. Ia yang selalu mendahulukan kepentingan agama-Nya di atas segala – galanya.Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya orang yang dapat dia tundukkan dan takut padanya, tetapi dari seberapa besar dia takut pada Rabbnya sehingga ia berhati – hati dalam meniti kehidupan dunia ini. Pantang baginya besikap takabur ketika kekuasaan ada dalam genggaman, dan berlebih – lebihan ketika perhiasan dunia ada di bawah telapak kakinya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya kepada karib kerabat dan orang yang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada pasangan hidupnya. Dia yang yang senantiasa meguatkan iltizam dan azzamnya dalam menundukkan pandangan dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari segala bentuk ghibah dan naminah. Pantang baginya membuka aib saudara – saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul jika Allah senantiasa mengawasi segala tindak – tanduknya.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan – persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimana dirinya berada. Tak ada pembendaharaan kata " cemburu buta " dalam kamus hidupnya. Dia yang senantiasa merasa cukup atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa – apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam ditengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati orang – orang di tempat kerja, tetapi dari tata caranya menghormati dan menyayangi orang – orang di rumah dan sekitarnya. Dia yang jika dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii Jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong da'wah suami dan berdarma bakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah, Rasulullah dan pencintanya. Pantang baginya mengikuti arus mode yang melenakan dan menyilaukan mata. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal – hal yang diharamkan-Nya.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya air mata yang menitik tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika – liku kehidupannya. Dia yang pandai mengatur, membina dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum atau sendiri.Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar dan luasnya wawasan, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkjan syari'at secara murni dan berkesinambungan.

sumber : Sebuah buku...cuman lupa lagi judulnya

Aka Canovea dan Keluarga Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger